Wednesday, December 12, 2012

Perancangan Output Sistem

Tujuan dari perancangan output sistem adalah untuk memudahkan user yang membutuhkan.
Tipe outputnya bisa digunakan untuk eksternal dari perusahaan ataupun untuk internal perusahaan.
Yang harus diperhatikan dalam perancangan output sistem ini adalah :

  • Tipe Output
  • Isi Output
  • Format Output
  • Frekuensi


Example of Memo ( on English Business )

To : GTS Sales Staff
From : Karen Moore
Date : November 12, 2012
Subject : Customer Presentation

The JSKL Marketing presentation you prepared last week to showcase our new product line was exceptional!
Your enthusiasm and sales strategy were impressive and certainly sealed the deal with Mr. Lockhart!
Thank you for outstanding work and dedication.
My sincere congratulation to all of you!



Understanding of Memo?

Memorandum / Memo ( on English Business )

A memo is generally correspondence from one person in a company to another in the same company, or as an informal letter to someone outside the company. It usually used block format, and the language in memo is informal.

There are several function of memo:

  • Make an announcement
  • Discuss procedures
  • Report on company activities
  • Give information or employees


A memo generally has 5 parts :

  • Addresse ( only the name of people withoutthe address)
  • Sender
  • Date
  • Subject ( tells what the memo is about)
  • Body / Message



Perancangan Proses Sistem

Termasuk bagian dari : Perancangan Sistem Rinci
Tujuan dari perancangan proses sistem adalah untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar.
Perancangan proses sistem bisa digambarkan melalui : Flowchart, normalisasi, DFD, Relasi tabel, dan ERD.
Perancangan proses sistem ini bisa dilakukan secara real time (online dengan internet cloud, diupdate seketika) dan batch (data dikumpulkan terlebih dahulu, lalu dieksekusi secara bersamaan)
Sedangkan desain perancangan proses sistem ini adalah :
- Global-Based System (Semua sistem diubah menjadi online)
- Group-Based System (Hanya sebagian sistem yang diubah menjadi online)
- Local-Based System (Sistem hanya disambungkan dengan subsistem lainnya melalui LAN/WAN)


Wednesday, October 31, 2012

Pengantar Telematika


Istilah telematika ini berasal dari kata dalam Bahasa Perancis yaitu ”telematique”, namun dalam bahasa Indonesia, telematika merupakan gabungan dari dua kata yaitu telekomunikasi dan informatika. Dua kata tersebut memiliki arti sebagai berikut :
  • Telekomunikasi : Teknik pengiriman pesan dari suatu tempat ke tempat lain yang berlangsung secara dua arah serta mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh.
  • Informatika : Struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Telematika diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika yaitu internet.
Istilah telematika juga sering dipakai untuk beberapa macam bidang, seperti :
  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Dalam teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Dipakai dalam bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Sesuai dengan pendapat pemerintah, bahwa telematika diartikan sebagai singkatan dari :
  • tele = telekomunikasi,
  • ma = multimedia, dan
  • tika = informatika.

Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, dan multimedia. Dalam perkembangannya, telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan sesuai jangkauan tertentu menurut keperluan sampai seluruh dunia.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Telematic
http://en.wikipedia.org/wiki/Information_and_Communications_Technology
http://id.wikipedia.org/wiki/telematika
http://eziekim.wordpress.com/2011/10/17/pengantar-telematika/
http://rizkypratamaputra.blogspot.com/2010/10/pengenalan-telematika.html

Wednesday, October 10, 2012

Layanan Perbaikan Sumber


1.      Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
a.      Definisi
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.








b.      Tujuan / Fungsi
Tujuan utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
·   Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
·   Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

c.       Kebutuhan SDM & Kebutuhan Terhadap Telematika
Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
·   Dilihat dari Bidang Ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
·   Dilihat dari Bidang Politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan publik sehingga menghasilkan dukungan politik.
           
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :
·   Pengembangan peningkatan kapasitas industri.
·   Pengembangan layanan publik.

Context Awareness & Event Based


1.      Context Awareness & Event Based
a.      Definisi
Context-Awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (User) dan pengguna network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Singkatnya, Context-Awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.
Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks itu sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Makan context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, untuk beberapa tahun kedepan.
Berbeda dengan Konventional Computing atau Komputasi Konvensioanal, Context aware tidak hanya menitik beratkan perhatian pada satu buah objek yang menjadi fokus utama dari proses tersebut tetapi juga pada aspek disekitar objek tersebut. Sebagai contoh apabila komputasi konvensional dirancang untuk mengindentifikasi siapa orang yang sedang berdiri disuatu titik kordinat tertentu maka komputer akan memandang orang tersebut sebagai sebuah objek tunggal dengan berbagai atributnya, misalnya nomor pegawai, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya.
Namun Context aware tidak hanya mengarahkan fokusnya pada objek manusia tersebut, tetapi juga pada apa yang sedang dia lakukan, dimana dia berada, pukul berapa dia tiba dan sebagainya.
Distributed event-based systems (disingkat sebagai DEBS, dalam bahasa Indonesia berarti sistem berbasiskan distribusi kejadian) adalah sistem terdiri dari komponen fungsional terdistribusi yang berinteraksi melalui peristiwa. Peristiwa adalah kejadian yang terjadi pada sistem atau lingkungan di mana komponen berada. DEBS menggunakan skema interaksi yang menyediakan komunikasi antara
produsen dan konsumen. Produsen adalah komponen yang menghasilkan kejadian. Pelanggan adalah komponen yang mengkonsumsi peristiwa. Seorang pelanggan dapat mengungkapkan minat dalam peristiwa yang diberikan melalui langganan. Seorang pelanggan akan mengetahui semua peristiwa yang diterbitkan dalam sistem atau lingkungan yang sesuai dengan konsumsinya.

b.      Latar Belakang / Sejarah
Dalam ilmu komputer terdapat pernyataan bahwa perangkat komputer mempunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya bedasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan didalamnya. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah Context-awareness.

c.       Hal Utama dalam Context-Awareness
·   The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan.
·   The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam  suatu konteks.




·   Application behavior based on the recognized context
Bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

d.      Kategori Aplikasi Context-awareness
·   Proximate Selection
Suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection dengan kata lain tempat dan pilihan.
Pengambilan informasi secara manual dari context-aware tentang perangkat input / output, benda non-fisik atau pelayanan, atau lokasi. Disini terdapat masalah dalam User Interface, yaitu untuk menekankan informasi berdasarkan tingkat kedekatan yang ada.
·   Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting suatu kasus sistem context-aware adalah bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lain nya. 
Pengambilan informasi secara automatis atau mengubah komponen berdasarkan konteks. Misalnya, aplikasi board putih dapat memunculkan halaman baru atau yang sudah ada ketika seseorang memasuki ruang baru, atau OS dapat memutuskan untuk spin down disk ketika listrik AC terputus.



·   Contextual Information and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
Queri dalam informasi atau perintahnya sendiri dapat diubah oleh konteks pengguna. Misalnya, tombol bermigrasi bisa membawa tampilan X pengguna ke sebuah papan tulis di kamar saat itu pengguna. Atau, papan tulis dapat menampilkan informasi yang relevan kepada pengguna karena itu terdeteksi kedekatan pengguna tersebut.
·   Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan-aturan  yang dipicu oleh IF-THEN oleh informasi kontekstual. Sebagai contoh, sebuah aplikasi pengawas akan mengeksekusi perintah UNIX shell berdasarkan aturan seperti "jika kopi dibuat kemudian memutar suara ayam.". Sebuah program pengingat kontekstual, yang menimbulkan pengingat bila aturan kontekstual tercapai, seperti "Ketika aku bertemu dengannya nanti" atau "Ketika aku berada di di perpustakaan".